Kunjungi Gunungan Sampah Cilincing, Josephine Simanjuntak: Jika Tak Dikelola, Warga Jakarta Bakal Tidur di Atas Sampah

Anggota DPRD DKI Fraksi PSI, Josephine Simanjuntak Komisi C


Anggota DPRD DKI Fraksi PSI, Josephine Simanjuntak Komisi C


Pers Rilis

3 September 2026,

DPRD DKI Josephine Simanjuntak


Jakarta - Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta meninjau lokasi penumpukan sampah liar di Jalan Reformasi, Rawa Malang, Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (3/9/2026). 

Gunungan sampah di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 60 ribu ton dengan ketinggian melebihi 15 meter. Persoalan itu telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi keluhan masyarakat sekitar.

Salah satu anggota Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Josephine Simanjuntak dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang hadir di lokasi sampah Cilincing itu, memperingatkan bahaya yang bakal timbul jika kesadaran warga dalam mengelola sampah tidak segera ditingkatkan.

"Warga Jakarta bakal tidur di atas sampah," tegas Josephine di lokasi.

Ia menilai kondisi tumpukan sampah liar di kawasan tersebut sudah sangat memprihatinkan dan berpotensi terus memburuk jika tidak ditangani dengan serius. 

Pernyataan ini sejalan dengan pesan yang konsisten ia suarakan, termasuk saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) pada 15–16 Agustus lalu.

“Saya bicara soal sampah karena kondisinya sudah menumpuk dan menggunung. Kalau sampah terus dibuang di satu tempat tanpa pengelolaan, yang terbentuk adalah bukit sampah, bukan bukit hijau,” ujarnya.

Menurut Josephine, penanganan krisis lingkungan ini tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan fasilitas, tetapi juga menuntut perubahan perilaku masyarakat. 

Dia mengajak warga untuk mulai memilah dan mengurangi sampah sejak dari hulu atau rumah tangga.

“Warga harus saling mengerti dan mengingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Persoalan ini bukan hanya tugas pemerintah atau DPRD, kita semua harus ikut bertanggung jawab,” katanya.

Josephine menegaskan bahwa beban pengawasan dan pengelolaan tidak bisa sepenuhnya dilimpahkan kepada masyarakat. Para pemangku kebijakan dituntut memberikan teladan nyata di lapangan.

“Tidak bisa hanya menuntut warga merapikan sampahnya, sementara pejabatnya sendiri membuang sampah sembarangan. Kita harus bekerja sama,” tambah Josephine.

Ia menambahkan, reduksi volume sampah secara langsung akan meringankan beban pengelolaan dan menghemat anggaran daerah. Langkah ini bisa dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Saya berharap warga mulai mengurangi sampah secara bertahap. Tidak perlu sekaligus, yang penting sedikit demi sedikit dan konsisten. Jika semua bergerak, persoalan sampah di Jakarta bisa kita atasi bersama,” pungkasnya.


Admin

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama