DPRD Josephine Desak Pemerintah Evaluasi Bank Sampah Mengingat Sampah Jakarta 8.500 Ton per Hari

Anggota DPRD DKI Josephine Simanjuntak saat rapat Monev hasil reses pada APBD 2025 serta rencana realisasi APBD 2026, Selasa (20/1/2026). Foto: PR

Jakarta
- Anggota DPRD DKI, Josephine Simanjuntak menyoroti pengelolaan sampah di Jakarta, khususnya di wilayah Cakung, Jakarta Timur, yang dinilai belum berjalan optimal.

Hal tersebut disampaikan Josephine dalam rapat bersama pihak eksekutif saat pembahasan monitoring dan evaluasi (Monev) hasil reses pada APBD 2025 serta rencana realisasi APBD 2026, Selasa (20/1/2026).

Josephine Simanjuntak dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan bahwa masyarakat sebenarnya sudah mulai diedukasi untuk memilah sampah sejak dari rumah. 

Bahkan, lanjutnya, ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Dasa Wisma (Dawis) telah dilibatkan secara langsung agar pesan pemilahan sampah sampai ke lingkungan terkecil.

"Saya terus mendorong masyarakat untuk memilah sampah. Saya memang cerewet soal ini, karena kalau tidak diedukasi, program pemerintah tidak akan berjalan," ujar Josephine, anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta.

Ia menggambarkan besarnya persoalan sampah di Ibu Kota. Menurutnya, produksi sampah Jakarta mencapai sekitar 8.500 ton per hari. Jika sampah tersebut dibuang begitu saja tanpa perencanaan dan pengelolaan yang baik, maka satu kawasan besar bisa tertutup sampah hanya dalam satu hari.

Namun demikian, Josephine menilai upaya masyarakat tersebut belum sejalan dengan sistem pengelolaan sampah di lapangan yang telah dicanangkan pemerintah. Sampah yang sudah dipilah di tingkat rumah tangga, kata dia, kerap kembali disatukan saat proses pengangkutan.

"Artinya, secara substansi edukasi sudah sampai ke warga, tetapi sistem di hilirnya belum mendukung," tegasnya.

Karena itu, Josephine meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kejelasan terkait sejumlah program pengelolaan sampah yang selama ini digaungkan. 

Ia juga mempertanyakan arah dan keberlanjutan program bank sampah yang dinilai belum memiliki kejelasan dampak secara menyeluruh bagi masyarakat dan pengurangan volume sampah. ***


Sumber: Kompasiana.com


Published: 20 Januari 2026





Admin

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama